About Me

Menjadi Pembicara di UII


Siapa tak kenal Jogja? Kota pendidikan ini juga sering disebut Yogya, dan masuk dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang gubernurnya sendiri adalah Sultan Hamengku Buwono. Jogja adalah jantung budaya Jawa yang titik tengahnya berada di Tugu sebagai poros yang menghubungkan Gunung Merapi dan Pantai Selatan.

Jogja juga dikenal sebagai barometer kemajuan pendidikan di Indonesia. Tak heran, kota ini memiliki perguruan tinggi terbanyak di Indonesia. Kampus terbesar di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) terletak di kota ini. Begitu juga kampus swasta tertua di tanah air, Universitas Islam Indonesia (UII). Pada 28 Juni 2011 yang lalu saya terpilih sebagai pembicara termuda dalam Seminar Nasional “Kontribusi Pendidikan Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi dalam Penguatan Perekonomian Bangsa” di UII. Pada kesempatan ini saya membakan makalah dengan judul:THE ANALYSIS OF CHINA INVESTMENT TO INDONESIA PRE- AND POST- ASEAN CHINA FREE TRADE AGREEMENT (ACFTA)

Berikut adalah abstraknya:
ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) has big possibility to accelerate economic growth of ASEAN countries. For Indonesia, ACFTA is a prospect due to the Chinese’s demand of Indonesia’s raw and auxiliary materials for industry, as well as market share and future promising partner. In the other hand, the flood of China’s product in Indonesia’s market emerge fear to government and small enterprisers. However, it’s unavoidable and forces the government of Indonesia to strengthen competitive products and investment’s climate to encourage trade liberalization. This paper recommends the government of Indonesia to implement strategies attracting more investment.
Key Word: pre- and post-ACFTA, investment, free trade, Indonesia, China



Jakarta, 14 Oktober 2011
Agung Setiyo Wibowo
Peneliti pada ASEAN Community and Corporate Affairs Directorate
ASEAN Secretariat
70A Jl. Si Singamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Email: grandsaint@gmail.com

0 komentar: